Tampilkan postingan dengan label Bumi Sari Natar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi Sari Natar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2024

Kisah Ulat Merah Dan Nabi Daud as

Kisah Ulat Merah Dan Nabi Daud as - Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghozali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab Zabur, tiba-tiba dia terpandang dengan seekor ulat merah pada debu. Lalu Beliau berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"

Ketika Nabi Daud berkata demikian, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata kepada Nabi Daud a.s.

"Wahai Nabi Allah! Allah SWT. telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca Subahanallahu walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca Allahumma sholli 'ala Muhammadin annabiyyil ummiyi wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallim sebanyak 1000 kali."

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud a.s.

"Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"

Akhirnya Nabi Daud a.s. menyadari akan kesalahannya karena memandang remeh akan ulat tersebut dan dia sangat takut kepada Allah SWT. maka Nabi Daud a.s. pun bertaubat dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Begitulah sikap para Nabi apabila mereka menyadari akan kesalahan yang telah mereka lakukan, maka dengan segera bertaubat dan berserah diri kepada Allah SWT.

Kisah-kisah para Nabi bukanlah kita ingat sebagai bahan sejarah, namun dibalik itu terdapat pelajaran serta hikmah yang terkandung di dalalmya. Oleh itu sudah semestinya kita menteladani, karena bukankah di dalam setiap Rasul dan para Nabi itu terdapat suri teladan yang baik yang dapat kita terapkan dalam kehidaupan sehari-hari?

Allah SWT. berfirman:

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab: 21).

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin....

Kisah Fathimah Az-zahra dan Gilingan Gandum

Kisah Fathimah Az-zahra dan Gilingan Gandum - Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. 

Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.

Fathimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya.

Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”.

Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya .

“Bismillaahirrahmaanirrahiim”. 

Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.

Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.

Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”. 

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin....


AJAL TIDAK MENUNGGU TAUBATMU

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.Wahai Sahabatku Yang Selalu Di Rahmati Oleh Allah SWT

Alhamdulillah <> ALLAH SWT masih memanjangkan usia, meminjamkan nyawa dan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memohon keampunan dariNYA dan menegakkan Islam tercinta supaya kita boleh terus mengejar redhaNYA.

Ibnu Umar berkata: “Aku bersama Rasulullah, lalu seorang lelaki Ansar datang kepada Baginda mengucapkan salam lalu bertanya : Wahai Rasulullah. Manakah antara kaum mukminin yang paling utama? Baginda menjawab : Yang paling baik akhlaknya antara mereka. Dia bertanya lagi : Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?

“Baginda menjawab : Yang paling banyak mengingati kematian antara mereka dan paling bagus persiapannya selepas kematian. Mereka itu orang cerdik,”

(Hadis Riwayat Imam Ibnu Majah)

Sentiasa mengingati mati bukanlah mengabaikan setiap perkara di dunia tetapi sentiasa mengingati mati ialah menghindarkan diri dari tertipu dengan kenikmatan dunia yang serba sementara.

"Genggamlah dunia jangan biarkan dunia menggenggam diri mu. Kawallah nafsumu dan jangan biarkan nafsu mengawalmu."

Sentiasa mengingati mati dan sentiasa bersedia menghadapi mati bermaksud sentiasa membuat persiapan untuk ke alam kubur dan alam akhirat. Di akhirat kelak kita akan ditanya apakah yang telah kita lakukan di dunia. Bukankah kita diturunkan ke dunia untuk menjadi khalifah dan untuk memakmurkan bumi ALLAH SWT?

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Sebenarnya maut yang kamu larikan diri daripadanya itu, tetap menemui kamu; kemudian kamu akan dikembalikan kepada ALLAH yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu DIA memberitahu kepada kamu apa yang kamu telah lakukan (serta membalasnya).” (Surah Al-Jumu’ah : Ayat 8.)

Dan perlu diingat, memakmurkan bumi ALLAH SWT bukanlah bermaksud hidup di dunia dengan bersenang-lenang semata-mata tetapi bermaksud berusaha bersungguh-sungguh mengamalkan suruhan ALLAH SWT dan RasulNYA. 

Matlamat hidup manusia di dunia yang sebenar adalah mencari dan untuk mendapatkan redha ALLAH SWT, bukan untuk mencari kesenangan dunia yang semetara. Mencari redha ALLAH SWT dengan mengamalkan ajaran agama dan menyebarkannya.

Sungguh berbahagia orang yang sentiasa mengingati segala dosa yang telah dilakukan oleh dirinya sendiri demi sebuah perubahan diri menuju taubat nasuha.

Tetapi alangkah ngerinya apabila kita selalu menunda amal perbuatan baik dan taubat kerana merasakan usia masih muda dan merasakan akan hidup lama di dunia ini padahal maut akan menjemput pada bila-bila masa sahaja.

Firman ALLAH SWT : "Sesiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim" (Surah al-Hujurat : Ayat 11)

Orang yang bertaubat itu kekasih ALLAH, orang yang bertaubat daripada dosa adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa." (HR Ibnu Majah & Ibnu Mas'ud)

Orang yang cerdik adalah orang yang sentiasa mengingati mati dan sentiasa bersedia menghadapinya. SubhANNALLAH WAL HAMDULiiLAH WA ALLAHU AKBAR

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin....

Anwar Dan Sang Burung Kecil

Anwar Dan Sang Burung Kecil  Bismillahirrahmanirrahiim.

Firman Allah SWT.

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya diatas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu." (QS. al-Mulk, 67:19)

Firman Allah SWT.

"tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman." (QS. an-Nahl, 16:79)

Pada suatu hari ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah menuju rumahnya, tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat. 

Setelah makan malam sebelum ia mengerjakan pekerjaan rumah (PR), Anwar bertanya kepada sang ibu apakah boleh mengizinkan dia untuk melihat hujan dulu sebentar. Ibunya lalu mengizinkan Anwar untuk melihat hujan yang turun. 

Dia melihat dari jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun dengan begitu derasnya. Ada orang yang sedang berjalan dengan memakai payung untuk melindungi diri mereka dari kebasahan air hujan. 

Air hujanpun telah menggenangi jalan, mobil yang melintas memuncratkan air ke sisi jalan dan orang-orang ada yang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan.

Anwar berpikir betapa menyenangkan berada didalam rumah dan dia harus lebih bersyukur kepada Allah yang telah memberinya makan dan rumah sebagai tempat tinggal untuk melindungi dari panas dan hujan serta tempat beristirahat. 

Pada saat itu juga seekor burung jelatik hinggap di bingkai jendela. Anwar berpikir bahwa burng yang malang itu pasti sedang mencari tempat berteduh dari hujan, dan Anwar segera membukakan jendela.

"Hai namaku Anwar!" katanya. "Kamu boleh masuk kalau kamu mau."

"Terimah kasin Anwar," kata sang burung kecil itu. " Aku ingin menunggu didalam sampai hujan reda."

"Kamu pasti kedinginan diluar sana," anwar ikut merasakan. "Aku belum pernah melihatburung sedekat ini sebelumnya. Lihat betapa tipisnya kakimu! Bagaimana kakimu dapat menahan badanmu hingga tegak?"

"Kamu benar Anwar, kami burung memiliki kaki yang tipis dibanding tubuh kami. Namun, biarpun demikian, kaki-kaki kami tersebut mampu menahan tubuh kami dengan sangat mudah. 

Ada banyak otot, pembuluh darah dan syaraf didalamnya. Bila kaki kami lebih tipis atau lebih tebal lagi, makan akan sulit bagi kami untuk terbang."

"terbang pasti rasanya enak dan sangat menyenangkan." pikir Anwar. "Sayapmu terlllalu tipis juga namun kalian masih dapat terbang dengannya. Jadi bagaimana kamu dapat terbang sedemikian jauh tanpa merasa lelah?"

"Saat pertama kali kami terbang, Kami menggunakan banyak sekali tenaga, karena kami harus mendukung berat badan kami pada sayap kami yang tipis. Namun, begitu kami diudara kami menjadi santai dengan membiarkan tubuh kami terbawa oleh angin.

Jadi, karena kami menghabiskkan lebih sedikit tenaga dengan cara ini kami tidak kelelahan diudara. Itulah kelebihan kami yang telah Allah berikan untuk kami. Kami juga dapat terbang dalam jarak yang sangat jauh."

Anwar kemudian bertanya, "Bagaimana kamu dapat melihat sekelilingmu saat sedang terbang?"

Sang Jelatik menjelaskan: "Organ indera terbaik kami adalah mata kami. Selain memberikan kemampuan untuk terbang, Allah juga memberikan indera penglihatan yang sangat hebat. 

Jika kami tidak memiliki indera penglihatan bersamaan dengan kemampuan ajaib kami untuk bisa terbang, hal itu sangatlah berbahaya bagi kami. 

Kami dapat melihat benda yang sangat jauh dengan lebih jelas daripada manusia, dan kami memiliki jangkauan penglihatan yang luas. Jadi begitu kami melihat bahaya didepan, kami dapat menyesuaikan arah dan kecepatan terbang kami. 

Kami tidak dapat memutar mata kami seperti manusia karena mata kami diletakkan pada pencengkramnya. Namun kami dapat menggerakkan kepalakami berputar dengan cepat untuk memperluas wilayah penglihatan kami."

Anwar mengerti: "Jadi, itulah mengapa burung selalu menggerakkan kepala mereka: untuk melihat ke sekeliling mereka. Apakah semua mata burung seperti itu?" Tanya Anwar.

"Burung hantu dan burung-burung malam hari lainnya memiliki mata yang sangat lebar," sang jelatik melanjutkan. "Berkat sel khusus dalam mata mereka, mereka dapat melihat dalam keremangan. Karenanya burung hantu dapat melihat dengan sangat baik untuk berburu pada malam hari. 

Ada juga jenis burung yang disebut burung air; Allah menciptakan mereka agar dapat melihat dengan sangat baik didalam air. Mereka mencelupkan kepala mereka kedalam air dan menangkap serangga atau ikan. 

Allah menciptakan kemampuan yang diberikan pada burung-burung air, agar mereka dapat dengan jelas melihat kedalam air untuk menangkap mangsanya."

Tidak semua parung burung sama nampaknya, mengapa demikian?" Anwar bertanya lagi.

"Allah menciptakan berbagai jenis burung dengan paruh yang berbeda, sesuai dengan kegunaan dan mudah untuk mencari makan. Paruh kami sesuai dengan sempurna terhadapo lingkungan dimana tempat kami tinggal. Ulat dan cacing sangat lezat bagi kami parah burung pemangsa serangga. 

Dengan paruh kami yang titpis dapat dengan mudah mengambil cacing yang merayap ditanah dan ulat yang bersmbunyi dibawah daun pohon. Burung pemakan ikan biasanya memiliki paruh yang panjang dengan berbentuk seperti sendok pada ujungnya untuk menangkap ikan dengan mudah. 

Dan burung yang makan dari tumbuhan memiliki paruh yang membuat mereka dapat makan dengan mudah dari jenis tumbuhan yang mereka sukai. Allah telah menyediakan segala kebutuhan dengan sempurna untuk semua makhluk dibumi dengan memberikan kemampuan yang mereka butuhkann."

"Kamu tidak mempunyai telinga seperti yang aku punya, namun kamu masih bisa mendengarkan aku berbicara dengan sangat baik. Bagaimana itu bisa?" Tanya Anwar penasaran.

"Indera pendengaran sangatlah penting bagi kami para burung. Kami menggunakannya untuk berburu dan saling memperingatkan setiap adanya kemungkinan bahaya sehingga kami dapat melindungi diri terhadap ancaman bahaya yang akan menimpa kami. 

Sebagian burung memiliki gendang pendengaran yang membuat mereka mampu mendengar suara yang paling kecil. Pendengaran burung hantu sangat peka akan suara. Burung hantu dapat mendengar tingkat suara yang tidak dapat didengar oleh manusia." Sang jelatik menjelaskan.

Anwar kemudian bertanya lagi: "Kalian para burung suka berkicau dengan suara yang merdu. aku senang mendengar kicauan kalian. Untuk apa kalian menggunakan suara kalian?"

Sang burung mengangguk dan menjawab: "Sebagian dari kami memiliki kicauan yang berbeda untuk mengusir musuh kami. 

Terkadang kami membuat sarang kami didalam lubang pada batang pohon, dan ketika ada musuh yang mencoba medekati untuk masuk, kami mengeluarkan suara yang mendesis seperti suara ular. 

Penyusup itu berpikir bahwa ada ular didalam sarang itu, sehingga kami dapat melindungi sarang kami dari para pemangsa."

"Apa lagi yang kalian lakukan untuk melindungi sarang kalian dari musuh?"

"Kami membangun banyak sarangtipuan untuk menyesatkan musuh kami," kata sang burung. "Dengan cara ini kami membuat para penyusup tersesat. 

Dengan demikian kami dapat melindungi sarang dan telur yang telah kami sembunyikan didaerah yang tersembunyi agar tidak dapt ditemukan oleh musuh kami seperti ular yang berbisa. 

Kami menutup jalan masuk dan membuatnya sangat berliku-liku. Kewaspadaan lainnya adalah memnbangun sarang padan pohon yang cabangnya berduri."

"Bagaimanakah sebagian ada burung yang bisa berenang diair? Dan mengapa mereka tidak semua burung dapat berenang?" Anwar tanpa bosan bertanya.

"Allah telah menciptakan sebagian dari kami ada yang diberi kemampuan untuk berenang dan menyelam didalam air. Dia telah memberikan mereka kaki berselaput jala dengan tujuan agar mereka dapat berenang saat masuk kedalam air. 

Sebagian lain dari kami memiliki jari tipis tanpa jala. Jadi, selain burung air, burung yang lain tidak dapat berenang."

""Sama seperti sepatu renang!" Anwar berseru. "Saat aku berenang dengan memakai sepatu renang, aku dapat berenang dengan jauh lebih cepat. Ada beberapa burung yang memiliki sepatu renang sejak lahir." kata sang burung.

Saat Anwar dan sang burung kecil sedang berbincang-bincang, ibunya menyuruh Anwar untuk masuk kedalam kamarnya dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pada saat bersamaan hujanpun mulai reda.

Anwar berkata pada sang burung: "Sekarang aku harus masuk ke kamarku dan mengerjakan pekerjaan rumahku. Besok akuy akan bercerita kepada teman-temanku tentang kemampuan istimewamu dan bagaimana Allah telah menciptakan kalian para bangsa burung melalui karya seni yang kreatif yang sedemikaian sempurna sebagai ciptaannya."

"Hujan sudah berhenti, jadi aku dapat kembali kesarangku," jawab sang jelatik. "Terima kasih telah membawa aku masuk. 

Dan Anwar, saat kau menceritakan kepada teman-temanmu tentang kami, bisakah kamu sampaikan juga kepada mereka untuk peduli kepada kami dan jangan melemparkan batu kepada kami dan kepada makhluk lainnya?"

"Ya, Insya Allah tentu saja akan aku sampaikan kepada mereka." Anwar setuju. "SEmoga Allah melindungimu."

Anwar membuka jendela dan sang burung segera terbang melayang diudara. Anwar memikirkan kesempurnaan dalam ciptaan Allah dan duduk mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin....

Sholat Adalah Amalan Yang Pertama Dihisab

Sholat Adalah Amalan Yang Pertama Dihisab - Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. 

Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ 

Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” 

Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)

Tapi sahabat, pada kenyataannya masih banyak umat Islam masih sering meninggalkan sholat wajib 5 waktu, dan bahkan masih banyak sekali orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak peduli dengan masalah kewajiban mengerjakan sholat. 

Padahal begitu besar manfaat dan pahala sholat bagi seorang umat manusia.

Sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian atas diri-Nya, bahwa bagi setiap muslim yang menjaga shalat wajib maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. 

Karena itu orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia telah mencampakkan dirinya ke dalam kebinasaan dan dibiarkan Allah, tidak ditolong dan tidak dijamin.

Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda :

“Lima waktu shalat yang Allah telah wajibkan kepada hamba-hamba-Nya, barangsiapa yang mengerjakannya, dia tidak menyia-nyiakannya sedikitpun juga karena menganggap remeh tentang hak-Nya, maka Allah berjanji untuk memasukkannya ke dalam surga.

Dan barangsiapa yang tidak melaksanakannya, maka Allah tidak berjanji untuk memasukkannya ke dalam surga.

Jika Allah kehendaki maka Dia akan menyiksanya dan jika Allah kehendaki maka Dia akan mengampuninya.” (HR. Malik, Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)

Buat bunda muslimah yang sudah memiliki anak, maka kewajiban kita untuk memerintahkan buah hati kita untuk melaksanakan shalat. 

Berdasarkan hadist Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam :

"Suruhlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat pada umur tujuh tahun dan pukullah mereka jika sepuluh tahun belum mau untuk mengerjakannya, dan pisahkanlah tempat tidur antara laki-laki dan perempuan." (HR. Ahmad, Abu Daud : 459 ; lihat Shahih Abu Daud no.466 dan ini lafadz Hakim)

Adapun orang-orang yang tidak shalat, Allah janjikan buat mereka neraka Saqar.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

"Tiap-tiap jiwa bertanggung jawab atas yang ia perbuat. Kecuali golongan kanan, (mereka) berada di dalam syurga, mereka saling bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa : “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar ?”

mereka menjawab :

“Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang yang mendirikan shalat.” (QS. Al-Mudatsir : 38-43)

Nah sahabatku, yuuk kita jaga shalat kita, ketahuilah bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi; dan burung dengan mengembangkan sayapnya. 

Masing-masing telah mengetahui SHALATNYA (shalaatahu) dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (24:41).


Menangislah Karena Air Matamu Dapat memadamkan Api Neraka?

Menangislah Karena Air Matamu Dapat memadamkan Api Neraka? - Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.

Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ‘‘BARBEDA’’ dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.

Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya.

Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.

Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang² yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas²nya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis.

Orang² yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.

Orang² yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW; ‘‘Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT...!!!’’ (HR. Muslim)

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.

Tuhan memuji orang menangis; ‘‘Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk...!!!’’ (QS Al-Isra' [17]:109).

Nabi Muhammad SAW bersabda; ‘‘Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa²mu...!!!’’ (HR. Muslim)

Ciri² orang yang beruntung ialah;

1. Ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang² di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan.

2. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang² di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin...

Kisah Seorang Anak dan Paku Di Tiang

Kisah Seorang Anak dan Paku Di Tiang - Di masa lalu ada seoarang anak Muslim yang memiliki seorang anak lelaki bernama Mahmud. Anak lelakinya itu tumbuh menjadi seorang yang lalai menunaikan kewajiban-kewajibannya. 

Meskipun telah banyak ajakan, nasihat, dan perintah bapaknya agar Mahmud mengerjakan shalat, puasa, dan amal saleh lainya, Mahmud tetap meninggalkanya. Malah, ia suka bermaksiat. Mahmud suka berjudi, mabuk dan berbagai kemaksiatan lainya.

Suatu hari, bapaknya itu memanggil Mahmud, dan berkata, "Anakku, engkau ini suka lalai beribadah dan malah suka berbuat maksiat. Mulai hari ini, aku akan menancapkan paku pada tiang di halaman rumah kita.

Setiap kali, engkau berbuat maksiat maka aku akan menancapkan satu paku ke tiang itu. Akan tetapi, setiap kali engkau berbuat satu kebajikan maka aku akan mencabut sebatang paku dari tiang ini.

Sesuai dengan janjinya, setiap hari bapaknya menancapkan beberapa batng paku pada tiang itu, saat ia mengetahui Mahmud kembali bermaksiat. 

Kadang-kadang, dalam satu hari, ia sampai menancapkan puluhan paku di tiang itu. Ia jarang sekali mencabut paku itu keluar dari tiang karena Mahmud nyaris tidak pernah beramal saleh.

Hari demi hari berganti, minggu demi minggu berlalu, bulan pun berganti bulan, tidak terasa tahun demi tahun pun terus beredar. 

Tiang yang berdiri di halaman rumah Mahmud nyaris dipenuhi paku dari bawah hingga ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu di penuhi paku. Ada paku-paku yang sudah berkarat karena hujan dan panas.

Setelah melihat tiang di halaman rumahnya penuh dengan paku yang membelalakan mata, timbullah rasa malu pada diri Mahmud. Ia pun berniat untuk bertobat dan memperbaiki dirinya. Mulai saat itu juga, Mahmud mulai mengerjakan shalat. 

Hari itu saja, lima butir paku telah di cabut bapaknya dari tiang itu. Besoknya, Mahmud shalat lagi di tambah dengan shalat sunnah sehingga paku-paku di tiang halaman rumahnya itu semakin banyak yang di cabut bapaknya.

Hari berikutnya Mahmud meninggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat sehingga semakin banyaklah paku-paku yang di cabut bapaknya. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mahmud lakukan, dan semakin banyak maksiat yang ditinggalkanya, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang itu.

Kemudian bapaknya memanggil Mahmud dan berkata, "Lihatlah anakku, ini paku terakhir dan akan aku cabut keluar sekarang. Tidakkah engkau gembira?"

Mahmud terdiam sambil memandang tiang itu. Ia bukanya gembira seperti dugaan bapaknya, Mahmud malah menangis terisak-isak.

"Kenapa anakku?" tanya bapaknya, "aku menyangka, engkau tentu akan gembira karena semua paku itu telah aku cabuti."

Dalam tangisnya, Mahmud berkata, "Wahai bapakku, sungguh benar kata-katamu, paku-paku itu telah tiada, tetapi aku bersedih karena parut-parut lubang dari paku itu tetap membekas di tiang, bersama dengan karatnya. 

Begitu dengan kemaksiatan yang telah aku lakukan. Bekas dan karatnya pun masih ada. Bantulah aku untuk menjadi lebih baik.

Bapaknya pun langsung mengiyakannya. Ia memeluk Mahmud dengan perasaan haru dan bahagia, melihat Mahmud telah sadar sepenuhnya.

HIKMAH DIBALIK KISAH

Kisah diatas merupakan sebuah pelajaran bagi kita agar senantiasa merubah diri dari perbuatan yang tadinya sangat dibenci oleh Allah SWT. menjadi seorang yang taat dan senantiasa membersihkan diri dari perbuatan dosa. 

Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hambanya yang ingin bertobat dan memperbaiki diri agar menjadi manusia yang taat dan bermanfaat untuk diri sendiri dan bahkan untuk orang lain.

Sisa atau bekas dosa yang telah kita perbuat akan tetap ada, namun kita tentunya punya keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh untuk bertobat, sehingga Allah SWT. akan menghapus dan membersihkan bekas dosa yang kita perbuat dan akan membaguskan diri kita dengan amaliah-amaliah yang disukai-Nya.

Demikianlah semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin....

Rabu, 08 Mei 2024

Mencintai rasulullah SAW bagian dari iman

 Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Maka demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga Aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya.

Mencintai saudaranya ermasuk ke imanan

 Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi SAW Dan dari Husain Al Mu'alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda: Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri.

Memberi makan bagian dari islam

 Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid dari Abu Al Khair dari Abdullah bin 'Amru; Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW; Islam manakah yang paling baik? Nabi SAW menjawab: Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.

Amalan Islam yang paling utama

 Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Yahya bin Sa'id Al Qurasyi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami bapakku berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdullah bin Abu Burdah dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah SAW menjawab: Siapa yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.

Seorang muslim adalah yang sanggup menjamin muslim lainnya

 Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdullah bin Abu As Safar dan Isma'il bin Abu Khalid dari Asy Sya'bi dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi SAW, bersabda: Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah  Abu Abdullah berkata; dan Abu Mu'awiyyah berkata; Telah menceritakan kepada kami Daud, dia adalah anak Ibnu Hind, dari 'Amir berkata; Aku mendengar Abdullah, maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi SAW Dan berkata Abdul A'laa dari Daud dari 'Amir dari Abdullah dari Nabi SAW

Perkara iman

 Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad Al Ju'fi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al 'Aqadi yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda: Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman.

Ucapan nabi SAW dibangun di atas lima perkara

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Musa dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Hanzhalah bin Abu Sufyan dari 'Ikrimah bin Khalid dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda: Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan.